Kasus Lisensi perangkat lunak - Samsung melanggar Lisensi paten Chipset KAIST



    Samsung dituntut membayar denda 400 juta dollar AS (Rp 5,6 triliun) ke lembaga lisensi Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). KAIST adalah salah satu universitas penelitian paling unggul di Korea Selatan. 

   Adapun hukuman denda Samsung menyusul pelanggaran paten yang berkaitan dengan teknologi semikonduktor, lebih tepatnya FinFet. Teknologi tersebut adalah kunci dalam produksi chipset bagi perangkat mobile. 

    Samsung dituntut terkait paten oleh Institute Sains dan Teknologi Maju Korea (KAIST) di Amerika Serikat, konfirmasi institut tersebut pada tanggal 30 November. KAIST IP, divisi manajemen properti intelektual KAIST, berkata bahwa mereka menuntut Samsung, Qualcomm dan Global Foundries di pengadilan Texas, mengklaim bahwa ketiganya menggunakan teknologi prosesor KAIST tanpa izin. Texas merupakan tempat pabrik chip Austin milik Samsung berada.

     Teknologi yang menjadi masalah kali ini adalah FinFet, yang merupakan teknologi kunci untuk membuat prosesor smartphone. FinFet adalah transistor yang didesain untuk meningkatkan performa dari semikonduktor dan menurunkan daya yang diperlukan. Pada awalnya, ia dikembangkan oleh Lee Jong-ho, profesor Seoul National University dalam kerja sama dengan KAIST.

    Selain Samsung, Qualcomm dan GlobalFoundries juga diduga melanggar paten serupa. Hanya saja, hingga kini kedua perusahaan tersebut belum diminta membayar kompensasi. Keputusan denda ini dibuat oleh hakim federal di Texas, Amerika Serikat. Menurut hasil investigasi, pelanggaran paten oleh Samsung bersifat sengaja, sehingga tuntutan hukumnya bisa jadi ditingkatkan tiga kali lipat. 

    Menurut raksasa Korea Selatan tersebut, pihaknya justru membantu KAIST ketika mengembangkan teknologi FinFet. “Kami akan mempertimbangkan semua opsi untuk hasil yang masuk akal, termasuk banding,” kata perwakilan Samsung, sebagaimaan dihimpun KompasTekno, Selasa (19/6/2018), dari Cnet. Bulan lalu, Samsung sesumbar generasi chipset terakhirnya yang menggunakan FinFet akan diproses dengan 4-nanometer. Hal ini diharapkan mampu mengurangi kinerja elektronik dan meningkatkan performa.

Post a Comment

0 Comments